Matematika sering kali dipandang sebagai ilmu yang kaku, penuh dengan angka abstrak, dan jauh dari kehidupan sehari-hari. Namun, persepsi tersebut mulai bergeser dengan hadirnya pendekatan Etnomatematika. Pendekatan ini tidak hanya melihat matematika sebagai ilmu hitung semata, tetapi juga sebagai aktivitas budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat.

Merespon pentingnya integrasi ini, Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Alma Ata (UAA) melakukan terobosan inovatif dalam metode pembelajarannya, khususnya pada mata kuliah Geometri.

Menghidupkan Geometri Melalui Nilai Budaya

Dalam mata kuliah Geometri Bidang dan Geometri Ruang, dosen dan mahasiswa di Prodi PMAT Universitas Alma Ata tidak hanya berkutat pada teorema dan rumus di atas kertas. Lebih dari itu, perkuliahan ini didesain untuk memadukan konsep matematika murni dengan nilai budaya dan kearifan lokal.

Langkah ini diambil untuk menunjukkan bahwa matematika adalah bahasa universal yang juga “berbicara” melalui artefak budaya, arsitektur tradisional, hingga motif kain nusantara.

“Matematika bukan hanya tentang benar atau salah, tetapi bagaimana konsep tersebut hidup dan digunakan oleh masyarakat dalam sejarahnya.”

Misi Eksplorasi: Menggali Kearifan Lokal Daerah Asal

Salah satu sorotan utama dalam program ini adalah penugasan eksploratif yang diberikan kepada mahasiswa. Mahasiswa diajak untuk menjadi “peneliti budaya” dengan mengeksplorasi kekayaan di daerah asal mereka masing-masing.

Kegiatan ini mencakup:

  • Identifikasi Bentuk: Menemukan konsep geometri bidang (seperti pada motif batik atau anyaman) dan geometri ruang (seperti pada bentuk atap rumah adat, alat musik, maupun makanan tradisional).
  • Analisis Filosofis: Memahami makna di balik bentuk-bentuk tersebut, sehingga matematika tidak terlepas dari nilai historisnya.
  • Kontekstualisasi: Menghubungkan temuan tersebut dengan materi pelajaran matematika sekolah.

Bekal untuk Masa Depan Pendidikan Daerah

Tujuan akhir dari integrasi ini bukan sekadar pemenuhan tugas kuliah. Program Studi Pendidikan Matematika UAA memiliki visi jangka panjang untuk mencetak calon pendidik yang adaptif dan peka terhadap lingkungan.

Dengan bekal eksplorasi ini, diharapkan ketika mahasiswa lulus dan kembali ke daerah masing-masing, mereka dapat:

  1. Mengajar dengan Konteks: Menggunakan contoh nyata yang dekat dengan keseharian siswa, sehingga matematika terasa lebih ramah dan mudah dipahami.
  2. Melestarikan Budaya: Menanamkan rasa cinta budaya kepada siswa melalui pembelajaran matematika.
  3. Meningkatkan Minat: Menghapus stigma matematika sebagai pelajaran yang menakutkan.

Melalui peran etnomatematika, Universitas Alma Ata membuktikan bahwa logika dan budaya bukanlah dua kutub yang berseberangan, melainkan dua elemen yang bisa bersatu untuk menciptakan pendidikan yang lebih bermakna dan membumi.

Penulis : Martalia Ardiyaningrum