Surakarta, 25 November 2025 — Dua mahasiswa terbaik dari Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Alma Ata, Siti Mufidatun dan Dalilatul Hasanah, resmi menjadi bagian dari ajang akademik bergengsi tingkat internasional, yaitu International Seminar on Mathematics in Artifact and Tradition: Appreciating Culture and Promoting the Beauty of Mathematics. Seminar ini menjadi wadah penting untuk mempertemukan para peneliti, akademisi, dan mahasiswa dari berbagai negara dalam mengeksplorasi hubungan antara matematika dengan kekayaan budaya.

Diselenggarakan di kota Surakarta, seminar ini mengangkat tema besar mengenai bagaimana konsep-konsep matematika tersimpan dalam beragam artefak tradisional serta tercermin dalam praktik budaya yang telah diwariskan turun-temurun. Peserta diajak menelaah sisi estetik matematika yang terlihat dalam motif batik, seni ukir, arsitektur tradisional, hingga pola-pola budaya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat nilai matematis. Melalui forum ini, matematika dipahami bukan lagi sekadar ilmu abstrak, tetapi bagian nyata dari kehidupan, budaya, dan karya seni masyarakat.

Keikutsertaan Siti Mufidatun dan Dalilatul Hasanah menjadi kebanggaan tersendiri bagi Prodi Pendidikan Matematika Alma Ata. Keduanya hadir membawa semangat belajar yang tinggi, keberanian untuk tampil dalam forum internasional, serta rasa bangga mewakili almamater. Dengan persiapan matang, mereka mengikuti rangkaian seminar dengan antusias, berdiskusi bersama peserta dari berbagai latar belakang, serta menyimak pemaparan para pakar internasional yang memberikan wawasan baru mengenai integrasi matematika dan budaya.

Partisipasi dua mahasiswa ini menunjukkan komitmen Prodi Pendidikan Matematika (PMAT) Alma Ata dalam mencetak generasi akademisi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki wawasan global dan kemampuan beradaptasi di berbagai forum ilmiah. Keikutsertaan mereka diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan diri, memperluas jaringan, dan berani mengambil peran dalam kegiatan akademik berskala nasional maupun internasional.

Melalui ajang ini, Alma Ata kembali menegaskan dedikasinya dalam mendorong mahasiswa untuk menjembatani ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai budaya. Kehadiran Siti dan Dalilatul tidak hanya membawa nama baik universitas, tetapi juga memperkuat kontribusi Indonesia dalam mempromosikan keindahan matematika yang hidup dalam tradisi dan warisan budaya bangsa.