Mungkin teman-teman sudah baca beberapa artikel atau media sosial yang menyebutkan bahwa juru bicara dari Iran Letkol Ebrahim Zolfaghari, seorang dengan latar belakang akademik keilmuan matematika. Tentu hal ini menjadi sesuatu yang menarik untuk dibahas. Matematika memang sekilas rumit, tapi ketika kita sudah mengetahui nikmatnya bermatematika maka otak kita akan mudah dalam mengurai kerumitan itu. Hal ini sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari tentunya.

Dalam kehidupan ini, kita menemukan berbagai permasalahan yang sangat kompleks. Seseorang dengan karakter matematika akan terbiasa berpikir dalam memecahkan masalah. Ini merupakan kemampuan yang dibutuhkan di abad 21. Namun, banyak sekali anggapan bahwa generasi Z malas berpikir. Tentu hal ini menjadi keprihatinan kita bersama, hal ini berakibat banyak generasi Z yang mudah mengalami stres karena tidak terbiasa menyelesaikan masalah.

Memecahkan masalah merupakan hal yang biasa dikerjakan dalam matematika. Sehingga keberadaan matematika sangatlah penting. Saat ini jumlah guru matematika di Indonesia sangat terbatas, sehingga perlu lebih banyak sarjana pendidikan matematika. Universitas Alma Ata sebagai Lembaga pendidikan menyadari hal tersebut sehingga membuka prodi pendidikan matematika dan saat ini telah terakreditasi Internasional ASIIN. Perlu diketahui bahwa matematika menjadi kunci dalam membentuk pola pikir siswa sehingga terbiasa memecahkan masalah dan tidak mudah putus asa. Matematika mengajarkan banyak cara untuk mencapai suatu solusi permasalahan. Untuk mencapai tujuan tidak terpaku pada satu jalur, seperti halnya untuk sukses tidak harus diterima di PTN, masih banyak PTS yang berkualitas salah satunya Universitas Alma Ata.