Probabilitas atau peluang merupakan salah satu materi matematika yang sering dianggap abstrak oleh siswa. Untuk membantu siswa memahami konsep peluang secara lebih nyata, guru dapat memanfaatkan permainan tradisional Cublak-Cublak Suweng sebagai media pembelajaran. Permainan yang berasal dari Yogyakarta dan Jawa Tengah ini dimainkan dengan menyembunyikan sebuah benda kecil (suweng) di antara beberapa pemain, kemudian seorang pemain bertugas menebak siapa yang memegangnya.
Situasi tersebut dapat digunakan untuk mengenalkan konsep probabilitas. Misalnya, jika terdapat lima pemain yang berpeluang menyimpan suweng, maka peluang menebak dengan benar secara acak adalah 1/5. Siswa juga dapat memainkan permainan berulang kali, mencatat hasil tebakan yang benar dan salah, lalu membandingkan peluang hasil percobaan dengan peluang yang dihitung secara matematis. Melalui kegiatan ini, siswa belajar memahami konsep peluang secara konkret melalui pengalaman langsung.
Pemanfaatan permainan tradisional dalam pembelajaran sejalan dengan pendekatan pembelajaran matematika yang kontekstual. Siswa tidak hanya belajar menggunakan rumus, tetapi juga memahami bagaimana konsep matematika muncul dalam aktivitas sehari-hari. Selain meningkatkan pemahaman konsep, penggunaan Cublak-Cublak Suweng juga membantu melestarikan budaya lokal dan menanamkan nilai kebersamaan, kerja sama, serta sportivitas.
Bagi calon guru yang tertarik mengembangkan pembelajaran matematika inovatif berbasis budaya lokal, Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Alma Ata dapat menjadi pilihan yang tepat. Program studi ini telah meraih akreditasi internasional ASIIN, didukung oleh kurikulum yang relevan dengan perkembangan pendidikan modern, serta menawarkan biaya kuliah yang terjangkau. Dengan lingkungan akademik yang mendukung penelitian dan inovasi pembelajaran, mahasiswa dipersiapkan menjadi pendidik profesional yang mampu menghadirkan matematika secara menarik, bermakna, dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Melalui permainan Cublak-Cublak Suweng, pembelajaran probabilitas menjadi lebih menyenangkan, kontekstual, dan bermakna, sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda.
Penulis : Ahmad Anis