Program Studi Pendidikan Matematika (PMAT) Universitas Alma Ata (UAA) bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Alma Ata serta Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for QITEP in Mathematics (SEAQiM) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional pada Sabtu, 8 Agustus 2026, bertempat di Universitas Alma Ata. Kegiatan ini menghadirkan Artorn Nokkaew dari Naresuan University, Thailand, sebagai pemateri yang memberikan wawasan dan solusi praktis bagi guru dalam menghadapi keberagaman kemampuan siswa dalam pembelajaran matematika.
Kegiatan ini diikuti oleh guru pada jenjang SD, SMP, dan SMA yang memiliki berbagai pengalaman dan tantangan dalam mengajarkan matematika. Salah satu permasalahan yang banyak disampaikan guru adalah kesenjangan kemampuan siswa dalam satu kelas. Guru sering menghadapi kondisi ketika terdapat siswa dengan kemampuan matematika tinggi yang dapat memahami materi dengan cepat, sementara siswa dengan kemampuan lebih rendah membutuhkan pendampingan dan cara penyajian materi yang berbeda.
Menanggapi permasalahan tersebut, Artorn Nokkaew memberikan solusi pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan siswa. Bagi siswa dengan kemampuan matematika tinggi, guru dapat memberikan tantangan melalui penggunaan rumus dan pendekatan matematis yang mendorong kemampuan berpikir lebih mendalam. Sementara itu, bagi siswa yang masih mengalami kesulitan memahami konsep abstrak, guru dapat menggunakan visualisasi sebagai jembatan untuk membantu siswa memahami konsep matematika secara lebih konkret dan bermakna. Melalui kegiatan ini, PMAT dan PGSD Universitas Alma Ata berharap para guru dapat menerapkan strategi pembelajaran yang lebih responsif terhadap keberagaman kemampuan siswa. Dengan demikian, setiap siswa, baik yang memiliki kemampuan tinggi maupun yang masih membutuhkan dukungan, dapat memperoleh kesempatan belajar yang setara untuk memahami dan mengembangkan kemampuan matematikanya.