Siapa sangka, seorang alumni Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Alma Ata (UAA) kini berhasil menapaki posisi strategis sebagai pemimpin institusi pendidikan. Mudrikah, yang dahulu dikenal sebagai siswa aktif, kritis, dan penuh semangat di kelas, kini mendedikasikan jiwa dan raganya sebagai Kepala Sekolah SMA Madinah El-Quds. Sebuah capaian yang patut diapresiasi dan menjadi sumber inspirasi bagi sivitas akademika.

Selama menempuh pendidikan di UAA, Mudrikah tidak hanya aktif di ruang kuliah. Ia juga aktif berorganisasi dan pernah mengemban amanah sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (HIMATIKA) UAA. Pengalaman berorganisasi tersebut menjadi ruang pembelajaran nyata dalam mengasah jiwa kepemimpinan, komunikasi, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.

Perjalanan Mudrikah membuktikan bahwa lulusan Pendidikan Matematika tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga karakter kepemimpinan yang kuat. Pola pikir logis, sistematis, dan terstruktur yang dibangun melalui pembelajaran matematika menjadi modal penting dalam mengambil keputusan serta menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan sekolah.

Apakah pembelajaran matematika dapat diterapkan dalam jiwa kepemimpinan? Jawabannya, sangat bisa. Pertama, kemampuan berpikir logis dan analitis membantu pemimpin dalam memetakan masalah sekolah dan menentukan solusi berbasis data. Kedua, konsep perencanaan dan strategi dalam matematika tercermin dalam penyusunan program sekolah yang terukur dan berkelanjutan. Ketiga, ketelitian dan konsistensi yang dilatih melalui matematika mendukung pengelolaan administrasi sekolah yang tertib dan transparan.

Sebagai kesimpulan, lulusan Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Alma Ata tidak hanya mampu menjadi pendidik, tetapi juga pemimpin yang visioner. Sosok Mudrikah menjadi bukti bahwa ilmu matematika dapat diamalkan dalam banyak peran dan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.

Penulis : Esthi Nawangsasi