Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika (PMAT) Universitas Alma Ata (UAA) melaksanakan kegiatan eksplorasi etnomatematika di Situs Mataram Pleret sebagai bagian dari penguatan pembelajaran kontekstual berbasis budaya lokal. Kegiatan ini bertujuan menggali konsep-konsep matematika yang terkandung dalam peninggalan sejarah Kerajaan Mataram Islam, sekaligus mengintegrasikan nilai budaya dalam pembelajaran matematika modern.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengidentifikasi berbagai unsur matematis seperti pola geometris pada struktur bangunan, konsep pengukuran tradisional, simetri, perbandingan, hingga potensi kajian statistika berbasis data historis. Melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan diskusi reflektif, mahasiswa belajar bahwa matematika tidak berdiri sendiri sebagai ilmu abstrak, tetapi tumbuh dan berkembang dalam konteks sosial dan budaya masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi implementasi pendekatan etnomatematika yang selama ini dikembangkan dalam kurikulum Prodi PMAT UAA. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga melakukan investigasi langsung untuk merancang ide pembelajaran berbasis konteks lokal yang relevan bagi siswa SMP dan SMA. Hasil eksplorasi akan diolah menjadi desain pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), serta lintasan belajar hipotetik yang inovatif dan bermakna.
Ketua Program Studi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Prodi PMAT UAA terakreditasi Internasional ASIIN dalam menghadirkan pembelajaran berbasis riset dan kearifan lokal. Integrasi budaya dan matematika diharapkan mampu meningkatkan literasi matematika sekaligus menumbuhkan karakter apresiatif terhadap warisan budaya bangsa.
Sebagai salah satu Prodi PMAT UAA berkualitas di Jogja, program ini secara konsisten mendorong mahasiswa untuk menjadi calon pendidik profesional yang kreatif, reflektif, dan adaptif terhadap perkembangan pendidikan abad ke-21. Melalui eksplorasi etnomatematika di Situs Mataram Pleret, mahasiswa tidak hanya memperdalam kompetensi akademik, tetapi juga memperkuat identitas budaya dalam praktik pembelajaran matematika.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan matematika dapat dikembangkan secara inovatif dengan memadukan riset, budaya lokal, dan standar internasional, sehingga menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global.