Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika (PMAT) Universitas Alma Ata (UAA) mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis aplikasi GeoGebra dengan mengangkat konteks Candi Prambanan. Inovasi ini bertujuan menghadirkan pembelajaran matematika yang interaktif, kontekstual, dan berbasis teknologi, sekaligus menanamkan apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia.
Dalam pengembangan media tersebut, mahasiswa memanfaatkan fitur GeoGebra untuk memodelkan berbagai konsep geometri yang terdapat pada struktur Candi Prambanan, seperti transformasi geometri, simetri, kesebangunan, perbandingan, hingga konsep bangun ruang. Visualisasi dinamis memungkinkan siswa memahami hubungan antar konsep secara lebih konkret dan eksploratif.
Proses pengembangan dilakukan melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan desain, pembuatan media digital, serta uji coba terbatas. Mahasiswa juga menyusun lembar aktivitas peserta didik (LKPD) yang terintegrasi dengan media GeoGebra agar pembelajaran lebih terarah dan mendukung kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan konteks Candi Prambanan, siswa tidak hanya belajar matematika secara abstrak, tetapi juga memahami bahwa konsep matematika melekat dalam arsitektur dan budaya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen prodi pmat UAA terakreditasi Internasional ASIIN dalam mengintegrasikan teknologi, budaya lokal, dan pembelajaran inovatif. Standar internasional yang diterapkan mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya berbasis riset dan relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Sebagai salah satu Prodi PMAT UAA berkualitas di Jogja, program studi ini terus memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan media pembelajaran kreatif berbasis ICT (Information and Communication Technology). Penggunaan GeoGebra dalam konteks Candi Prambanan menjadi contoh nyata bagaimana matematika, teknologi, dan budaya dapat dikolaborasikan untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna.
Melalui inovasi ini, mahasiswa PMAT UAA diharapkan menjadi calon guru matematika profesional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu merancang pembelajaran kontekstual, serta berkontribusi dalam penguatan literasi matematika siswa secara berkelanjutan.